BANDARLAMPUNG Suara Kota- Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung bantu pasarkan produk Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Tapis Berseri agar lebih maju dan berkembang.
IKM yang dibantu merupakan IKM yang baru berdiri, dan juga IKM yang tingkat penjualan produknya masih rendah.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung, Adiansyah mengatakan, ada beberapa langkah yang dilakukan pihaknya untuk memasarkan produk IKM binaannya.
Seperti membantu memasarkan produk IKM dengan membantu menitip produk IKM ke toko-toko oleh-oleh seperti Hai-Toms dan Aneka Sari Rasa.
“Ya kita bantu titip pemasaran. Misal kerajinan makanan perizinannya kita bantu seperti IPRT dan sertifikat Halal agar dapat masuk ke toko oleh-oleh,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (16/2/2023).
Adiansyah menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan toko oleh-oleh lainnya seperti Aska Jaya, Keripik Shinta, dan Jelim Art untuk menitip produk IKM binaan dinas perindustrian.
“Ya IKM yang sudah maju membantu IKM-IKM yang lagi berkembang. Kalau seperti mereka ini langsung kontakan dengan IKM-IKM-nya untuk titip produk,” katanya.
Selain melakukan penitipan dengan pelaku IKM yang telah maju, Adiansyah juga menyampaikan, langkah untuk membantu menjual produk IKM dengan cara menitip di galeri-galeri milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.
“Galeri kita ada di Masjid Al-Furqon, Dekranas, Senteral IKM Tapis, dan Taman Kuliner UMKM Taman Siger Sukaraja,” paparnya.
Bantuan pemasaran di bidang online, kata Adiansyah, pihaknya rutin menggelar pelatihan pemasaran secara online.
Pihaknya, mengarahkan cara berjualan di e-commerce nasional yang telah maju. Sebab, pengalamannya jika membuat e-commerce sendiri tidak maksimal.
“Lebih baik penjualan pakai e-commerce kelas nasional. Kita bantu pelatihan bagaimana cara upload produk, brending produk agar pembeli berminat membeli produk kita, dan lainnya,” jelasnya.
IKM di bawah binaan Dinas Perindustrian, lanjut Adiansyah ada sekitar 750 IKM yang terdiri dari berbagai sektor. Seperti, tapis, sulam usus, batik, keripik, kopi, kaos Lampung, emping malinjo, hingga pengolahan ikan.
“Bantuan pemasaran ini khusus IKM baru dan IKM penjualan yanh belum maksimal. Kalau IKM yang sudah maju kita jadikan patner untuk membantu menampung produk-produk IKM dan memeri semangat ke IKM lainnya,” pungkasnya. (da)







