BANDARLAMPUNG Suara Kota – Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung belum menemukan kasus sapi yang terkena penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau benjolan pada kulit.
Diketahui, penyakit mematikan pada hewan ternak ini sudah tersebar di 10 kabupaten/kota, dengan jumlah 273 ekor sapi di Provinsi Lampung yang telah terjangkit penyakit LSD.
“Kita hingga hari ini alhamdulillah tidak ada. Jadi insyaAllah Bandar Lampung sementara ini aman, ya mudah-mudahan kedepannya juga,” kata Kepala Dinas Pertanian kota Bandar Lampung, Agustini saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (14/5/2023).
Hal itu, kata Agustini, karena begitu Lampung diumumkan ada penyakit LSD, pihaknya langsung melakukan pengetatan.
“Kita ketat, pertama kita kerjasama dengan provinsi. Nah internalnya kita semprot disinfektan kandang-kandang nya, selain itu juga kita berikan vitamin pada sapi,” ungkapnya.
Agustini menjelaskan, populasi sapi di Bandar Lampung total ada sekitar 3 ribuan ekor baik individu maupun pada kelompok tani.
Namun, kata Agustini, pihaknya juga tidak hanya pada peternaknya. Pencegahan penyakit ini juga sudah pada tingkat pedagang daging di pasaran.
“Begitu juga pada pedagang sapi, setiap harinya kita cek dan kasih tahu jangan beli sapi yang sakit. Tapi sapi yang di jual dipasaran ini kebanyakan mereka ambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) itu rata-rata ekspor. Jadi insyaAllah ama,” kata dia.
Sementara, pedagang daging sapi di Pasar Smep, Hassan mengungkapkan, Dinas Peternakan sudah ada himbauan kalau ada penyakit LSD pada sapi.
“Tapi kita ambil daging sapi ini langsung dari PT nya dan sudah bersertifikat, sehinga insyaAllah aman,” kata dia.
Hassan mengaku, adanya penyakit bahaya in membuat penjualannya sedikit mengalami penurunan.
“Ya saya berharap penyakit LSD ini cepat berlalu, dan untuk para konsumen tidak perlu khawatir karena daging yang kita jual ini sudah terjamin bagus,” jelasnya.
Sementara, penjual daging di pasar Gintung, Herman Sukma mengatakan, bagi para konsumen untuk tidak perlu khawatir pada daging yang mereka perjual belikan.
“Karena daging yang kita jual ini dari PT nya langsung dan sudah sertifikat. Yang saat ini harga daging mencapai Rp130.000 per kilo gramnya,” katanya. (dk)







